ATENSI & KIRIM SALAM
Ikut nimbrung di acara Interview & Official Gathering di Radio Sky beberapa waktu lalu, aku jadi ingat pada masa itu radio begitu berjaya, karena stasiun radio sangatlah jarang dan seolah tidak ada persaingan, sehingga segmen pendengarnya hanya terbatas pada radio yang bersangkutan. Segmen yang menjadi target dari siaran itu kebanyakan menembak usia remaja, dengan tujuan menggalang pendengar yang otomatis akan menaikkan pamor radio dan tentu saja pamor si penyiar. Kita yang hidup di jaman itu tentu masih ingat dengan yang namanya kertas atensi semacam form request lagu yang dikomersilkan oleh radio bersangkutan, dimana di dalam atensi tersebut para member bisa menuliskan nama member, lagu request, dan pesannya.
Begitu berjayanya radio muda saat itu, banyak pula bermunculan geng atau bahasa kerennya ‘Member Radio’, dan menjadi wabah. Masing2 member selalu berusaha untuk berlomba agar membernya menjadi populer di antara member lainnya. Bermacam cara mereka lakukan, dengan seringnya on air, kirim atensi, dan mengirimkan salam perkenalan kepada member lain. namun sekarang aku tidak pernah lagi melihat lagi yang namanya kertas atensi untuk request lagu, karena sekarang sudah bisa menggunakan handphone untuk sekedar mengirimkan sms atau on air. Namun hampir setiap radio yang menembak segmen anak muda, tidak akan pernah mengganti program acara tersebut, karena memang program acara seperti inilah yang memang digandrungi pendengar, meskipun di setiap radio menyuguhkan program acaranya dengan nama2 unik dan gaul, tapi intinya tetap sama.
December 11 2008 07:42 am | Sisi Lain





December 11th, 2008 at 9:32 am
ya iyalah Chand, teknologi kan semakin canggih, paling banter request pake tlp rumah, sekarang kan ada SMS…
[Reply]
December 11th, 2008 at 11:48 am
Hohoho.. Jadi inget masa masa nya ndengerin radio sampe tengah malam, berusaha “tune-in” sama topik yang lagi di bahas. Wahhh kangen.
[Reply]
December 11th, 2008 at 3:45 pm
Oh ya?
[Reply]
December 11th, 2008 at 6:14 pm
whuahahaha..
kertas atensi dulu memang sempat dijual
dari harga Rp 50,- s/d Rp 100,- kalau tak salah ingat.
apalagi jamannya radio gelap, alias radio FM tanpa ijin sekitar akhir tahun 80-an yg begitu ramai di Banjarbaru dan sekitarnya..
[Reply]
December 12th, 2008 at 12:30 am
aku juga dulu pengemar radio….
[Reply]
December 12th, 2008 at 2:55 am
Majalah saya juga punya rubrik atensi, tapi rencananya akan dihapus, karena sangat mengganggu.
Salam kenal ya.. Kalo bisa pasang link saya.
[Reply]
December 12th, 2008 at 4:15 am
wahh… jadi inget waktu SMP ikut2an ngirim atensi ke radio….
[Reply]
December 12th, 2008 at 5:14 am
Iya, waktu smp teman-teman saya juga sering kirim atensi gitu keradio. huhu.. Tapi di zaman saya sekarang sudah zamannya sms dan internet. heheu… “handak kirim salam gasan siapa chan???”
[Reply]