Postingan Yang Berkoalisi

Perusahaan Lilin Negara (rencana publish hari ini)

Bumi cukup untuk memenuhi kebutuhan kita semua, namun ia tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan segelintir orang yang tamak ? (Mahatma Gandhi) .

Membaca sebuah postingan dari Manusia Super, saya pun merasa berkewajiban untuk meninggalkan comment di sana ‘Tadi malam dapat sms dari Almas, sambil berpuisi meminta bantuan kepada daerah laen untuk membagikan listrik ke Maluku. Comment balasan dari ManSup, membuat saya tambah ngakak ‘Bilang almas, jangan minta ke sesama BLOGGER DAERAH… Minta ke BLOGGER PUSAT….’

Malam sebelumnya, saya mendapatkan sms dari Si Ambon ‘Adakah negeri kalian kelebihan listrik dikit ?. Kalau ada, transferlah beberapa Kilowatt saja ke Negeri tak terawat Maluku ini kawan. *Rintihan Kegelapan*. Karena saat itu sudah agak larut malam, jadi sms terbaca cuma sebagian saja, dan saya kira sms yang ini adalah puisi cinta Almas xixixixixixi.  Dengan detil saya baca sms dia, yang ternyata keluhan dari salah satu penghuni negeri di Timor sana.

Ironis apa yang terjadi di sana, saya kira cuma Negeri KalSel saja yang bermasalah dengan hal ini.  Lain lagi dengan jawaban yang diberikan oleh Aya, dari Komunitas Blogger Papua ‘Bagaimana listrik di sana ?’.  Dengan tenang dia menjawab ‘Sekarang PLN sudah diganti menjadi Perusahaan Listrik Negara, khususnya di Manokwari’, (saya curiga dia mau jadi pengusaha lilin di sana). Teringat cerita teman, ‘Jangan mengaku blogger Kayuh Baimbai kalau belum pernah posting tentang PLN’.

Dari dia pula saya mendapatkan informasi kalau Produksi batubara Kalsel yang mencapai 78 juta ton/tahun, jumlah yang sangatlah besar, namun pada kenyataannya saat ini 70% batubara itu diekspor ke luar negeri, 29% dikirim ke pulau jawa, dan yang semakin ironis adalah keuntungannya tidaklah berputar di KalSel namun hanya dinikmati segelintir orang saja di Jakarta dan hanya sebagian di KalSel.  Bagaimana kalau di balik saja 29% batubara itu diekspor ke luar negeri, 70% untuk daerah penghasil, dan sisanya dikirim ke Pulau Jawa ?. Detil informasi bisa dilihat di sini.

Menjadi Pembela (rencana terbit 2 minggu lagi)
Pulang kerja malam tidak bisa menikmati indahnya matahari yang terbenam.  Badan lemes, otak kotor eh maksudnya otak menjadi kotor karena masih terpikir pekerjaan.  Sampainya di kost yang indah, tambah pusing lagi, pengen refreshing murah nonton tivi sambil meratakan pinggang, menghisap rokok dalam-dalam dan mengosongkan pikiran.

Halah, apa yang salah dengan program acara tivi sekarang ?.  Sinetron tidak jelas, Aneka Dialog yang tidak pernah ada, Berita Cicak & Buaya, itu-itu saja yang ditayangkan, padahal masih banyak informasi yang layak diberitakan.

Mungkin akan berbeda jika Miyabi jadi datang ke Indonesia. Saya jamin semua media pergi berbondong-bondong menjemput dia termasuk saya, mungkin mereka yang terlibat dalam kasus yang lagi menggoyang KPK itu pun akan antri mengoyang Miyabi…halah maksudnya antri berfoto bersama Miyabi, dan melupakan sejenak kasus  yang menimpa mereka.

Dan saya putuskan meminjam laptop tempat untuk online sekedar membuka facebook yang tidak terurus, lagi-lagi membuat saya muak.  Ada yang bikin status tidak jelas sambil berpuisi, ada juga yang mencaci maki PLN karena listrik padam, dll. Kenapa PLN lagi harus jadi kambing hitam, mereka juga tidak sanggup berbuat apa-apa karena kasus pemadaman akhir-akhir ini.  Kalau cuma padam sih belum ada apa-apanya dibandingkan KalBar yang separuh penduduknya masih belum mendapatkan layanan listrik.

Saya bukannya mau membela, tetapi seandainya kita adalah karyawan atau anak seorang karyawan PLN, bagaimana perasaan kita, ketika sumpah serapah masyarakat ditujukan kepada keluarga kita ? Lain lagi dengan KPK, yang mungkin sekarang sedang di uji keimanan atau digojlok mentalnya. Bagaimana kalau orang tua kita adalah koruptor, dengan uang hasil korupsinya kita bisa mengenyam pendidikan yang layak dan bisa makan.

Atau kita punya ibu yang sedang terbaring sakit, dan memerlukan biaya yang besar sekali sehingga ayah kita terpaksa korupsi untuk menyelamatkan ibu. Kita hanya bisa mencaci, mengeluh, dan berteriak. Sekali lagi saya bukan ingin menjadi pembela.

Beberapa Dampak Positif dari Pemadaman Listrik al : Pemadaman listrik yang membabi buta ini, membuat facebooker bahkan blogger mendapatkan ide buat posting/mengupdate statusnya. Disahkannya UU No. 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan, namun mesti bersabar dulu karena Peraturan Pemerintah sebagai JukLak UU tersebut baru diterbitkan 2 tahun lagi. PLN sudah mulai berupaya untuk membangun pembangkitnya seperti di Balikpapan, namun akan akan selesai dan terkoneksi di Tahun 2012. (B-Post 29 Oktober 2009 hal. 28). Karena pemadaman ini, penjualan lilin dan lampu minyak meningkat dan tentu saja ini hal menggembirakan bagi pedagang. Dengan padamnya listrik di beberapa kota besar sepanjang malam, tentu saja membuat beberapa tempat hiburan tidak beroperasi, dan berkuranglah kemaksiatan.

Beberapa Dampak Positif dari Berita Cicak dan Buaya antara lain Media massa tidak perlu repot berburu berita karena sudah pasti headline koran dan tayangan televisi akan menayangkan kabar terbaru kasus ini. Membuat terkenal seseorang, karena namanya sering disebut-sebut. Ada yang bikin batik dengan tema cicak vs buaya. Bisa menyeret pihak yang sebelumnya dianggap tidak akan tersentuh hukum. Berita ini adalah hiburan karena saya jijik dengan tayangan Sinetron.

November 14 2009 01:14 pm | Sisi Pemberontak

28 Responses to “Postingan Yang Berkoalisi”

  1. soulharmony Says:

    *sekali lagi saya bukan pembela*

    [Reply]

  2. yos Says:

    maaf ngga mau komntar tentang postinganya,
    mau bilang aja…
    daoamain kamu bagus ya….
    satusisi.com
    keren cuuy… :-D

    [Reply]

    soulharmony Reply:

    terima kasih, kalo mau biki aja duasisi.com ato sisilain.com wkwkwkwk

    [Reply]

  3. benkyo Says:

    ooo…. termasuk anda juga yaaa….. :mrgreen: :mrgreen:

    [Reply]

  4. yulian Says:

    Inti daripada postingan ini..ya.. gak jauh bedalah dengan yang lain…tetap tentang PLN, CICAK, BUAYA…
    boseeeeeeennn…..!!!!

    [Reply]

  5. Amd Says:

    Link ke walhikalsel gak jalan, www-nya kurang satu w…

    [Reply]

  6. Hibah Sejuta Buku Says:

    wah…. keren cuy… mari kita lanjutkan perjuangan..
    keep spirit .. keep blogging…

    Mohon dukungannya sobt untuk gerakan online
    HIBAH SEJUTA BUKU ALA BLOGGER

    [Reply]

  7. iezul Says:

    Kalau bukan pembela,mending jadi ksatria,Kan disukai byak wanita. . .Wkwkwk

    [Reply]

  8. NoRLaNd Says:

    hal yang sama juga di alami oleh kami yang tinggal di daerah sumatera :(

    [Reply]

  9. manusiasuper Says:

    Justru kalau saya anak/keluarga karyawan PLN saya lebih malu lagi dengan kondisi listrik sekarang.

    Malu karena jangan-jangan duit PLN habis buat bayar gaji dan tunjangan keluarga pegawainya.

    Itu pensiunan PLN boi, konon dapat jaminan kesehatan sampai anak cucu!

    [Reply]

  10. Ina Says:

    yang sabar ya…org sabar disayang pacar.
    PLN aja bisa sabar dihujat mulu.

    *nga nyambung*

    [Reply]

  11. Aap Says:

    Yang penting malam ini jgn mati lampu aja ! Bosan ya soul ?:grin:

    [Reply]

  12. Chic Says:

    ah PLN lagi… coba lah kalo mau menaikan harga beli listriknya, pasti para investor swasta dengan senang hati investasi di power plant dan masalah kekurangan listrik dapat sedikit di atasi :neutral:

    [Reply]

  13. HE. Benyamine Says:

    PLN itu …. :?: :?: :?:

    Dampak positif itu yang menarik, mungkin masih banyak lagi yang lainnya, karena kalau tentang PLNnya terlalu banyak buruknya.

    [Reply]

  14. Hibah Sejuta Buku Says:

    I was a campaign to donate books. will be given to children who can not afford to buy books. how do you think? Please support.

    [Reply]

  15. marsudiyanto Says:

    Bener Mas…
    Orang biasanya teriak lantang kalau itu buat orang lain, tapi kalau buat diri sendiri ya nanti dulu…

    Kayaknya rata2 begitu dech.
    Saya sendiri, seandainya ada kesempatan dan keliatannya aman ya bisa korupsi kok… :D

    [Reply]

  16. aidicard Says:

    *masih mencoba memahami*

    [Reply]

  17. sawali tuhusetya Says:

    walah, jadi inget parodi para pelawak. konon negeri ini tak ada pemadaman listrik bergilir, tapi menyala bergilir, wakaka … wew … ternyata ada juga postingan koalisi. tak mau ketinggalan dg masalah politik rupanya, haks.

    [Reply]

  18. nia Says:

    komplite .. auk nunggu postingan berikutnya :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen:

    [Reply]

  19. Raffaell Says:

    Jakarta masih giliran gak yah listriknya, kasian Maluku

    [Reply]

  20. nadia Says:

    hehhee…aq kada suka sm cicak apalagi buaya.
    mending berbisnis..hehee..
    kalo soal PLn.. ya apa boleh buat.. mo ngomel sjuta bahasa juga tetep aja lampu padam..tp stujulah dgn hikmah semua ini, seperti yang udah ter urai di atas..

    [Reply]

  21. iyoong Says:

    bener bener berkoalisi dah postingannya :mrgreen:

    [Reply]

  22. tary Says:

    ahhh…PLN lagi, daerah saya juga ngalamin krisis listrik. tapi dampak positifnya itu menarik juga…mmg skr PLN lebih banyak buruknya.

    [Reply]

  23. tuteh Says:

    Ah kami di Ende sering kok mati lampu dalam sehari nggak bisa ngitung; nyala-padam-nyala-padam-nyala dst dst dst… barang2 rusak. Tapi mo gimana lagi? :p Nelpon PLN, ngeluh baik2… dijawab dengan duluan kata, “MAAF” jadi kami pun saling maaf2an :mrgreen:

    [Reply]

  24. luxsman Says:

    sembunyi aku kalo sudah ngomong begini

    [Reply]

  25. mandor tempe Says:

    jakarta yangkatanya adalah pilihan terakhir untuk mati listrik ternyata masih mati juga. Kota lain semoga bertambah … (bertambah baik atau bertambah parah ?)

    [Reply]

  26. qayahati Says:

    haloooo soooul gimana masih ada pemadaman listrik di tempatmu kan…kayakx emang pln dah berubah nama jadi perusahaan lilin negara ooops salah perusahaan lentera negara )

    [Reply]

  27. diadan Says:

    no comment

    [Reply]

Leave a Reply