Pekerjaan Impian

Menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) ternyata masih sangat menarik. Ribuan orang pun berlomba untuk menjadi PNS. Baik itu Fresh Graduate yang baru lulus dari Perguruan Tinggi, pekerja sektor swasta dengan gaji mapan, hingga anggota dewan (Dikutip dari Radar Banjarmasin tanggal 17 Nopember 2009). WOW !!!!!!!!. Benar-benar sebuah pekerjaan impian bagi mereka yang plin-plan. Yang saya heran, ada pula anggota dewan juga ikut melamar jadi CPNS, kalau ternyata mereka lulus apa opini yang terjadi di masyarakat ??? Mungkin masyarakat akan berpikir, ya pastilah mereka bisa lulus, karena mereka kan anggota dewan. Atau ada beberapa pihak yang kecewa perihal keikutsertaan anggota dewan ini, mungkin salah satunya adalah Partai Politik yang dulu mengusung mereka hingga bisa duduk di kursi panas itu. 

Awal tahun 2006 saya sempat mencoba tes CPNS, bukan karena niat tulus melainkan hanya untuk menyenangkan hati orang tua saya yang terus menerus memaksa, dan untuk mengasah otak saya karena sudah lama tidak dapat soal ujian. Menjadi PNS bukanlah cita-cita saya, dan jadi urutan pertama Blacklist profesi yang saya benci, menyusul di urutan kedua adalah bekerja di…..??????? (tidak usah disebutkan). Tidak ada alasan khusus kebencian saya terhadap profesi PNS ini, mungkin saja karena saya pernah dikecewakan.

Beberapa pengalaman menyenangkan bersama PNS :
Ke Kantor PemProp mengambil dana bantuan acara kampus, eh sama Bendaharawan diminta biaya administrasi.
Suatu siang di sebuah Dinas Propinsi, kantor besar ini sunyi. Yang saya temui hanyalah 1 orang pegawai wanita. Saya tanyakan dimanakah pegawai yang lainnya, dengan enteng dia menjawab ‘Jam segini mas, mereka pada pulang, dan ga bakalan balik kantor’.
Di Kantor Pemerintah Kota, ruangan full dengan Pegawai. Ada yang lagi gosip, ada yang baca koran, ada yang game, ada yang berdandan, ada yang nenawarkan barang-barang kreditan, ada juga yang prospek MLM.
Di sebuah pasar, beberapa ibu pegawai sudah pada sibuk menawar baju, sementara ditangan kanannya sudah menenteng kantong belanjaan.
Di sebuah Taman Kanak-kanak jam 11, tampak para pegawai yang menjemput anaknya 
Di sebuah Mall jam 2 siang, masih ada yang berburu barang, sembari antri di depan loket Studio 21.
Di sebuah kantor Pemerintahan Propinsi, jam 4 sore, sudah siap2 berdandan, membersihkan meja untuk segera pulang.

Tapi tidak semua PNS yang seperti ini, masih ada PNS yang bertanggungjawab seperti ayah saya. Untuk ayah, selamat menikmati hari-hari sebagai pensiunan ya, serahkan semuanya kepada kami anak-anakmu. (diposting juga di sisi lain)

Dedicated to ‘Babe’ Rosihan Anwar

November 17 2009 05:17 pm | Satu Sisi

18 Responses to “Pekerjaan Impian”

  1. soulharmony Says:

    tenang babe…..sekarang giliran kami yang cari duit

    [Reply]

  2. sawali tuhusetya Says:

    saya juga tak kuasa menolak keinginan orang tua, mas soul, hehe .. ya udah, sekarang saya nikmati aja jadi guru, hehe…

    [Reply]

  3. tuteh Says:

    Ah jangan2 Ch ikut2an T? :D Pan T juga benci jadi PNS dan para PNS yang merasa dengan ke-PNS-an mereka itu, kita2 yang lain ini nggak punya duit di dompet… :p ihikz…

    Btw t jga pernah ikutan tes PNS dan yang bikin T heran waktu itu adalah kenapa T nggak lolos padahal 99% soal bisa T jawab kecuali bandara di Waingapu (T asli nggak tau) :p hahahaha… pertanyaannya juga terlalu gampang untuk sebuah TES CPNS di mana orang2 ini nantinya melayani masyarakat…

    1. Sebutkan sila pertama dari Pancasila!

    (jawab: Ketuhanan Yang Maha Esa)

    2. Ketuhanan Yang Maha Esa adalah isi dari sila ke berapa dari Pancasila?

    (jawab : sila pertama)

    See? Dengan pertanyaan2 cetek kayak gitu, ditambah nggak ada tes wawancara, kesehatan or psikologi, tau2 nongol pengumumannya. Adek kelas T yang nyata2 ketahuan IQ-nya jongkok kok bisa LOLOS!???? Padahal T dan teman2 lain (yang T tau otaknya kinclong-clong) nggak lolos euy!

    Ck ck ck ck… aneh2 aja. Orang yang nggak tau apa2 dilolosin jadi PNS. Ntar kalo ada komputer kantor/dinas/departemen yagn rusak, nyari tukang reparasi dan mesti ngeluarin duit lagi! Kenapa yaaa bukan tuh para jagoan komputer yang direkrut jadi PNS khusus reparasi gitu :D jadi kan pemda nggak mesti ngeluarin duit lagi buat reparasi kalo ada yagn rusak?

    Tau deeeeeeeeeee… :P

    [Reply]

  4. Aap Says:

    Mungkin saat ini hanya pekerjaan ini yg buka lowongan besar2an. Terus masalah mental pns ya ngga semuakan begitu ?

    [Reply]

  5. rony danuarta Says:

    tulisan biru dean merahnya membuat otak saya, teringat kepada PNS yang baik dan tidak baik……

    [Reply]

  6. rony danuarta Says:

    ada yan baru di http://ronydanuarta.blogspot.com.

    [Reply]

  7. Sungai Kuantan Says:

    saya ga ingin jadi PNS sobt…
    harus berwirausaha… buka lapangan kerja utk org lain.. itu harapanh sya kedepan.. Amin..

    [Reply]

  8. hajriansyah Says:

    sip, apresiasi buat ayahnya.
    warna biru dan merah itu kan komplementer, jadi kalo dijajarkan menyakiti mata, seperti tulisan2 itu.

    [Reply]

  9. diadan Says:

    tdk semua PNS seperti itu

    [Reply]

  10. sHaa Says:

    jreng jreengg..

    kunjungan baliik :D

    [Reply]

  11. aidicard Says:

    :D saya setiap ditanya mau ikut cpns ga…?? dengan lantang saya jawab NGGA….. trus kaboor… :lol:

    [Reply]

  12. hera Says:

    orangtua saya juga pns yg bertanggung jawab ko.. :grin:

    [Reply]

  13. pinkparis Says:

    eh, kok sama ya. aku sampe 3 kali ikutan CPNS hanya supaya orang tua senang. dan syukurlah aku gak berhasil masuk :p

    [Reply]

  14. narti Says:

    Penampilan keren, informasinya minimalis :lol:

    [Reply]

  15. dhodie Says:

    Saia malah keluar dari iming-iming PNS gegara takut dengan zona nyamannya pekerjaan impian itu. Dan saia tidak menyesalinya :lol:

    [Reply]

  16. syafwan Says:

    :mrgreen: Komennya nanti dulu. Tiba-tiba gue pusing setelah baca ini. Mau ke depan nyari Panadol

    [Reply]

  17. luxsman Says:

    ingat lagunya IWAN FALS “Sarjana MUDA”

    [Reply]

  18. Eka Situmorang-Sir Says:

    Moga2 gue jadi PNS yang bertanggungjawab :)
    hehehe

    [Reply]

Leave a Reply