OUTSOURCING

Inilah curhat seorang security yang bernaung di bawah salah satu agen penyedia jasa tenaga kerja outsourching. Dia (secutiry), melihat sendiri kontrak kerja dalam hal ini gaji, antara Pihak Pertama dengan Agen sebesar Rp. 2,1 juta / orang. Namun kenyataannya gaji bersih + lembur bersih yang ia terima setiap bulan hanya Rp. 1,3 juta/bln.  Pemotongan gaji yang tidak berperikemanusiaan ini tidak termasuk fasilitas karyawan berupa seragam, sepatu, dan perlengkapan security lainnya. Sementara uang seragam sebesar Rp. 840 ribu/org/thn yang dibayarkan pihak pertama ke Agen Outsourching, diluar dari gaji yang mereka terima setiap bulan. Sementara dikonfirmasi ke pihak vendor, bahwa uang seragam dll dipotong dari gaji karyawan yang bersangkutan, jadi uang tahunan Rp 840 ribu itu raib kemana kalau masih diberlakukan kebijakan potong gaji setiap Rp. 70 ribu/bln ?  Setiap bulannya juga, pihak pertama membayarkan uang untuk pendidikan (training, psikotest, outing, dll) security setiap bulannya.

Namun beberapa waktu yang lalu pihak security mengikuti tes fisik dan psikotest, yang kemudian perorangnya dipotong sebesar Rp. 500rb dengan dalih untuk membayar training dan tenaga trainer dari Jakarta, yang kerjanya cuma membagikan soal dan mengawasi tes saja.  lalu kemanakah uang pendidikan yang dibayarkan pihak pertama setiap bulan ke Vendor untuk 1 personil, sementara mereka harus tersiksa dengan pemotongan sebesar Rp. 500 ribu untuk test yang mereka ikuti ?.  Lantas pihak mana yang diuntungkan dengan memakai jasa outsourching ini, apakah pihak pertama ataukah pihak outsourching itu sendiri ?

February 11 2010 08:39 am | Satu Sisi

47 Responses to “OUTSOURCING”

  1. soulharmony Says:

    terlalu banyak potongan gaji

    [Reply]

  2. yulian Says:

    Soal “ngkal” dan ” mengakali” itu sudah “biasa” dilakukan para penyedia jasa tenaga kerja, makanya sistem itu sebenarnya harus dihilangkan …karena sangat merugikan para pekerja…. :evil:

    [Reply]

    soulharmony Reply:

    curhat…………..

    [Reply]

  3. sHaa Says:

    duh, miris bacanyaa :cry:
    di kantor sha lebih aneh lg,
    bakal ada ‘tunjangan kemahalan’ katanya -.-

    [Reply]

    soulharmony Reply:

    enak donk shaa ad tunjangan kemahalan, saya mau mengusulkan adanya tunjangan pernikahan

    [Reply]

  4. diadan Says:

    indonesia belum merdeka kalau hal seperti ini masih saja terjadi

    [Reply]

    soulharmony Reply:

    sepakat de !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    [Reply]

  5. Chic Says:

    laaah seragam kan harusnya disediakan kantor, gimana sih? aneh… :???:

    [Reply]

    soulharmony Reply:

    benar, tapi kantor sudah bayar jatah seragam mereka melalui jasa outsourcingnya namun ternyata masih ada pemotongan

    [Reply]

  6. pakacil Says:

    mafhumnya, seluruh biaya lain (-selain gaji-) untuk keperluan karyawan + fee untuk penyedia tenaga kerja memang sudah termasuk pada total pembayaran dari pihak pengguna. namun kalau masih dipotong dari gaji lagi, semacam untuk seragam, dll. itu sepertinya memang ada masalah.

    yg diuntungkan tentu saja adalah pengguna dan penyedia, dan tetap saja pihak tenaga kerja kerap kali mendapatkan ketidakpastian.

    ***
    boi… tolonglah kau tambah besar itu ukuran huruf di postingmu. atau kalau tidak, sekalian lagilah kau tambah kecil :twisted:

    [Reply]

    soulharmony Reply:

    masalah huruf nanti saya konsultasikan dulu dengan asisten saya

    [Reply]

  7. awiem Says:

    malas koment tentang isi tulisan… saya cuma koment TULISANNYA KURANG KECIL CAN :lol:

    [Reply]

    soulharmony Reply:

    masih kurang kecil, nanti saya kecilkan lagi

    [Reply]

  8. Amd Says:

    Anu, judulnya salah… Outsourcing tu nggak ada huruf H-nya…

    [Reply]

    soulharmony Reply:

    udah berubahkan ??? !!!!!!!!!!!!!!

    [Reply]

  9. tary Says:

    di sunat lagi…di sunat lagi nih ceritanya

    [Reply]

    soulharmony Reply:

    heh siapa yang disunat,,,???

    [Reply]

  10. oglek Says:

    sudah rahasia umum keknya, keadilan emang cuma buat mereka yang mampu membelinya, miris :(

    [Reply]

    soulharmony Reply:

    sepakat lagi !!!!!!!!!!!!!!!!

    [Reply]

  11. HE. Benyamine Says:

    meskipun sudah rahasia umum, tetap saja baca tulisan ini terasa miris, dinas tenaga kerja apa kerjanya ya?

    [Reply]

    soulharmony Reply:

    kerjanya baca koran pa’,…maen poker,…jemput anak,…upacara bendera,…gajian,…???

    [Reply]

  12. HE. Benyamine Says:

    ada yang ketinggalan … nambah setuju kalau HURUF2 diperbesar, anggap saja nambah suara yang mendukung saran TAMBAH BESAR UKURAN HURUF POSTINGNYA.

    [Reply]

    soulharmony Reply:

    wuahahahahahaha lumayan nambah suara…

    [Reply]

  13. D3pd Says:

    Have a nice day, undangan dalam kebahagiaan suasana yang ke-56 ayah tercinta, salam D3pd :-D :smile:

    [Reply]

    soulharmony Reply:

    opo maneh iki arek

    [Reply]

  14. Hajier Says:

    Miris ya mendengarnya.
    Yang belum kerja, susah cari kerja
    Yang sudah kerja pun, ternyata juga susah
    Jadi…semuanya susah

    [Reply]

    soulharmony Reply:

    yang udah kerja pun kadang ga betah

    [Reply]

  15. hersu Says:

    waduh..perusahaan OS-nya lebih parah drpd tempatku. wah bahaya tuh…

    [Reply]

    soulharmony Reply:

    sepertinya semua perusahaan OS lebih parah

    [Reply]

  16. venus Says:

    eh? dari 2,1 ke 1.3 juta? buset gak salah? kasian yah…

    [Reply]

    soulharmony Reply:

    ga salah koq mbok

    [Reply]

  17. awiem Says:

    anu, ngakak baca koment AMED :lol:

    [Reply]

    soulharmony Reply:

    naaaaaaaaaaaaa !!!!!!!!!!!!!!!!!

    [Reply]

  18. adelays Says:

    Waduh.. kasihan banget…
    Dari 2,1 juta dipotong terus sampai kering.. hiks…

    [Reply]

    soulharmony Reply:

    iya….beginilah wajah outsourcing

    [Reply]

  19. hanif IM Says:

    ternyata kerja gak segampang itu yah.. potongan sana-sininya bikin males kerja.

    [Reply]

    soulharmony Reply:

    tapi karna nyari kerja sussah ya terpaksa mereka harus bertahan

    [Reply]

  20. quinie Says:

    yang diuntungkan ya jelas ya outsourcing, ya si perusahaan pemakai jasa outsourcing. kalo mereka ga mutualisme, so pasti simbiosisnya ga akan bertahan lama :D

    [Reply]

    soulharmony Reply:

    tepat ratu………kamu memang bijaksana, kamu cocok bikin perusahaan outsourcing

    [Reply]

  21. Yessi Says:

    di kantor saya, cleaning service malah ditipu sama outsourcingnya. gaji di bawa lari..kasian mereka. untungnya sekarang udah di handle sama outsourcing yang lain yang lebih profesional

    [Reply]

  22. arabianparty Says:

    jangan mau dibunguli urang.

    [Reply]

  23. ericova Says:

    yah begitulah mas keadaanya sekarang..makelar yg g baik dan merugikan..gn mau sejahtera..wes2 ono2 ae

    [Reply]

  24. fir'aun ngeblog Says:

    Negara kita memang masih subur dengan budaya korupsi. Sulit untuk memberantas budaya yg sudah tertanam puluhan tahun. Semoga saja, berapa pun jasa kerngat yg kita terima menjadi berkah, Amin :razz:

    [Reply]

  25. aap Says:

    waduh,,kasihan….koq semua dibebankan…!

    [Reply]

  26. nadia friza Says:

    emang suka gitu ya..? dimana2 pemotongan2 itu selalu ada.. dan yang dirugikan selalu masyarakat.. dalam hal ini sang security

    [Reply]

  27. ismail Says:

    salah satu sisi negatif IT outsource ya..
    dalam jangka panjang sebenarnya merugikan si karyawan outsource tersebut.

    thanx for sharing.

    [Reply]

  28. fadilah deiner Says:

    hem…kalo kondisinya seperti diatas tentunya sangat merugikan pihak pertama,,tapi hal ini harusnya ga terjadi kalo ada kontrol dari perusahaan terhadap agen outsourcing,,

    [Reply]

Leave a Reply