Archive for the 'Sisi Kelabu' Category

Kesempatan Untuk Membahagiakan

July 31st, 2009 -- Posted in Sisi Kelabu | 76 Comments »

Sebelumnya saya meminta anda berbesar hati. Adalah kewajiban saya untuk memberitahukan hasil analisa dan pemeriksaan anda selama ini. Saya dan tim telah berupaya keras, tapi inilah hasilnya, baik atau buruk, saya harus mengatakannya kepada anda. Yang akan saya katakan ini hanya dari sudut medis, karena semuanya adalah misteri Tuhan. Menurut pengamatan kami, anda hanya akan bertahan 3 tahun, tapi semuanya tergantung pada semangat hidup anda. Karena bagaimana pun kunci kesuksesan penyembuhan ini adalah KuasaNya dan keinginan yang kuat dari anda sendiri. Namun perlu diingat ini hanyalah analisa dari medis, karena kekuasaan ditanganNya. (dr. A) continue reading »

Autis Syndrome

June 24th, 2009 -- Posted in Sisi Kelabu | 30 Comments »

Tidak terasa usia saya terus melangkah mencari kebenaran, dan tidak terasa pula kini sudah memasuki usia 21. Usia yang seharusnya membuat saya berpikir dewasa dan serius dalam bertindak dan berkelakuan. Saya tidak peduli mereka menilai saya seperti apa, dinilai kekanak-kanakan pun saya tidak protes karena saya memang menyukai hidup dan berjiwa seperti anak kecil, karena tidak ada beban buat saya untuk berpikir yang berat-berat. 3 tahun yang lalu saat berusia 17, yang kata orang adalah masa-masa paling indah dalam kehidupan, saya tidak merasakan apapun di usia itu, terus keindahannya dimana ???? continue reading »

Tidak Tahu Siapa ?

May 23rd, 2009 -- Posted in Sisi Kelabu | 46 Comments »

Sepertinya ada yang mengacaukan takdirku

*posting spontan pinjam laptop orang*

Test Otak

May 19th, 2009 -- Posted in Sisi Kelabu | 48 Comments »

Saya sadar kalau memori otak saya ini sangat sedikit, saya susah mengingat hal2 yang membahagiakan yang pernah saya alami, yang paling saya ingat hanyalah cerita buruk dan yang bertentangan dengan hati saya.  Hari itu adalah hari yang begitu menyebalkan buat saya, entah kenapa saya berniat melakukan sesuatu yang sama sekali tidak saya niatkan. Sebelum memasuki jam kerja, seperti biasa saya sarapan dengan secangkir kopi panas dan berita-berita hangat dari surat kabar yang saya baca. Mata saya tertuju pada sebuah kolom lowongan pekerjaan, dan nama perusahaan yang membuka lowongan itu pun sangat asing bagi saya. Entah kenapa sifat jahil saya muncul, jadi iklan lowongan itu potong. Saya pun membuat lamaran kerja lengkap dengan melampirkan curiculum vitae, dll. continue reading »

Next »