Memilih Peralatan Dasar Fotografi dan Videografi untuk Pemula
Oleh Writer, 6 Jan 2026
Banyak orang ingin mulai terjun ke dunia visual karena melihat betapa luasnya peluang di fotografi dan videografi, mulai dari konten media sosial, dokumentasi acara, hingga peluang kerja kreatif. Sayangnya, niat tersebut sering terhenti di satu titik yang sama, yaitu kebingungan memilih alat. Terlalu banyak rekomendasi di internet justru membuat pemula ragu untuk memulai. Padahal, peralatan dasar fotografi dan videografi sebenarnya tidak perlu rumit atau mahal. Yang paling penting adalah alat tersebut mampu mendukung proses belajar secara bertahap, bukan malah membuat stres atau overthinking. YukBelajar.com sering menekankan bahwa pemula sebaiknya fokus pada alat inti yang benar-benar dipakai sehari-hari, karena alat yang sering digunakan justru akan mempercepat pemahaman teknik dasar.Untuk tahap awal, kamu tidak perlu memiliki banyak perangkat sekaligus. Cukup pahami empat komponen utama berikut ini. Dengan kombinasi alat yang tepat dan sederhana, kamu sudah bisa belajar foto dan video secara serius tanpa merasa kewalahan.Kamera – Canon EOS M50 Mark II: Kamera ini cocok untuk pemula karena mudah digunakan dan memiliki tampilan menu yang ramah pengguna. Layar flip menjadi nilai tambah bagi kamu yang ingin belajar membuat konten mandiri, seperti vlog atau video edukasi. Kualitas foto dan videonya stabil, sehingga sangat ideal untuk belajar fotografi sekaligus videografi tanpa harus sering mengganti kamera dalam waktu dekat. Kisaran harga: ± Rp8.000.000Lensa – Canon EF 50mm f/1.8: Lensa ini sering disebut sebagai “lensa sejuta umat” karena harganya terjangkau namun kualitasnya sangat bisa diandalkan. Lensa ini membantu pemula memahami efek depth of field dan permainan fokus, sehingga foto terlihat lebih hidup dan profesional. Cocok digunakan untuk foto portrait, produk, maupun latihan komposisi sederhana. Kisaran harga: Rp1.500.000 – Rp2.500.000Stabilizer – Ulanzi MT-11: Stabilizer sederhana ini berfungsi sebagai tripod yang membantu menjaga kamera tetap stabil saat memotret atau merekam video. Bagi pemula, alat ini sangat penting karena membantu mengurangi guncangan dan melatih framing yang rapi. Bentuknya ringkas dan ringan, sehingga mudah dibawa ke mana saja tanpa ribet. Kisaran harga: ± Rp400.000Alat Pendukung Lainnya – Memory Card & Baterai Cadangan: Memory card minimal 64GB sangat disarankan agar kamu tidak kehabisan ruang penyimpanan saat memotret atau merekam video berdurasi panjang. Selain itu, baterai cadangan menjadi penyelamat saat sesi pengambilan gambar berlangsung lama dan jauh dari sumber listrik. Kisaran harga memory card: Rp200.000 – Rp400.000. Kisaran harga baterai cadangan: Rp300.000 – Rp600.000Dengan empat komponen ini saja, sebenarnya kamu sudah memiliki fondasi yang sangat cukup untuk belajar. Banyak pemula merasa hasil karyanya belum memuaskan bukan karena alat yang kurang mahal, melainkan karena belum mengenal karakter alat yang digunakan. Kamera dan lensa membutuhkan waktu untuk dipahami, mulai dari pengaturan cahaya, fokus, hingga sudut pengambilan gambar. Begitu juga stabilizer yang membantu kamu belajar komposisi dengan lebih tenang tanpa terganggu oleh goyangan tangan.Soal tips penggunaan, kuncinya adalah fokus dan konsisten dalam latihan. Tentukan sejak awal tujuan utama kamu, apakah ingin lebih fokus ke fotografi atau videografi, lalu maksimalkan alat yang ada untuk tujuan tersebut. Hindari kebiasaan terburu-buru membeli alat tambahan hanya karena melihat rekomendasi orang lain, karena setiap alat memiliki fungsi dan waktu belajar masing-masing. Latihan rutin dengan setup sederhana justru akan membuat kamu lebih peka terhadap cahaya, sudut pandang, dan alur cerita visual. Perhatian terhadap audio dan stabilitas sejak awal juga akan membentuk kebiasaan kerja yang lebih rapi dan profesional ke depannya.Peralatan dasar fotografi dan videografi bukan soal seberapa penuh isi tas kamera, melainkan seberapa efektif alat tersebut membantu kamu berkembang. Dengan setup yang sederhana dan terarah, proses belajar akan terasa lebih ringan, fokus, dan menyenangkan. Dari situlah kualitas karya akan tumbuh secara alami, tanpa perlu merasa tertinggal atau minder hanya karena tidak menggunakan alat mahal.
Artikel Terkait
Artikel Lainnya