rajabacklink
Makanan yang Sering Dijadikan Bekal Pejuang Indonesia saat Berperang

Makanan yang Sering Dijadikan Bekal Pejuang Indonesia saat Berperang

2 Sep 2020
1329x
Ditulis oleh : FDT

Pada zaman kolonial, para penduduk harus bertahan di tengah kurangnya pasokan makanan, termasuk pahlawan perang. Semua pertanian tanaman penjajah dieksploitasi dan harus mencari bahan makanan alternatif. Oleh karena itu, penduduk di masa itu harus mengkonsumsi makanan seadanya.  Meskipun sederhana, beberapa makanan ini merupakan sumber energi yang baik sehingga sering dijadikan bekal oleh para pejuang  dalam peperangan. Berikut beberapa makanan yang sering dijadikan bekal para pejuang Indonesia.

1. Nasi Oyek

Makanan pertama yang dulu sering menjadi bekal adalah Nasi Oyek. Mungkin masih banyak orang yang belum tahu tentang sejarah panjang dari nasi ini. Dalam agresi militer Belanda kedua pada tahun 1948, pasukan yang dipimpin oleh Jenderal Sudirman gerilya untuk menyerang tentara Belanda. Tapi sepanjang jalan, mereka kehabisan logistik di wilayah hutan Kediri. Dalam keputus asaan karena tak memiliki makanan, Soepardjo Rustam secara diam diam masuk ke dalam pertahanan musuh dan menyelinap ke daerah pemukiman. Sebagai hasil, beliau mendapatkan nasi oyek yang lalu dibawa untuk menjadi bekal bersama dengan pasukan yang lainnya.

2. Ubi yang dikukus

Selain beras, ubi adalah makanan yang pengganti karbohidrat yang sangat baik. Ubi mengandung vitamin B kompleks dan fosfor. Ubi mengandung vitamin C konten yang baik untuk daya tahan tubuh. Tidak heran jika prajurit kuno pada jaman dulu menggunakan ubi sebagai bekal perang mereka. Mereka pun memiliki energi yang masih baik meskipun makanannya sederhana, ya. Ubi ini tak dimasak macam-macam, melainkan hanya dikukus. Karena mengandung banyak karbohidrat, ubi ini pun bisa membuat perut para pasukan menjadi lebih kenyang ketika harus berperang.

3. Singkong Rebus

Sama seperti ubi, singkong juga merupakan sumber karbohidrat yang dikonsumsi dalam perang. Dahulu kala memang inilah makanan yang banyak tersedia mengingat komoditas lain seperti beras seringkali sudah diambil atau dirampas oleh penjajah. Selain itu, singkong rebus pun memiliki rasa yang enak. Rasa dari makanan ini lebih manis dari ubi jalar. Jika sekarang, singkong ini pun tak hanya diolah dengan cara direbus ya pemirsa. Ada banyak sekali kuliner kekinian yang dibuat dari singkong. Misalnya saja tela tela, singkong keju, dan lain sebagainya.

4. pisang Rebus

Bekal makanan selanjutnya yang banyak dibawa oleh para pejuang Indonesia di jaman penjajahan adalah Pisang Rebus. Banyak tanaman pisang tumbuh liar di pedesaann Indonesia dari dulu hingga sekarang. Oleh karena itu, pisang dimasak menjadi salah satu panganan yang praktis sekaligus mengenyangkan dalam pertarungan. Selain itu, pisang rebus bermanfaat bagi sirkulasi darah, meningkatkan energi dengan cepat, dan menjaga fungsi jantung. Pisang rebus juga memiliki banyak kandungan vitamin hingga karbohidrat sehingga para pejuang dapat merasa cepat kenyang setelah mengkonsumsi makanan ini.

5. Telur asin

Tentunya Anda tidak asing lagi dengan telur asin bukan. Makanan yang merupakan oleh oleh khas brebes ini memiliki rasa asin gurih yang selalu membuat rindu .Telur asin memiliki kandungan nutrisi yang sangat baik dapat meningkatkan imunitas, mudah dibawa dan dikonsumsi, dan terasa lezat. Siapa sangka, dulu telur asin sering digunakan sebagai bekal untuk pejuang Indonesia ketika akan berperang. Jika di jaman sekarang ini, telur asin pun bisa diolah menjadi berbagai makanan dan bumbu.

6. Janeng

Tampaknya nama makanan ini masih belum diketahui, ya? Janeng memang masih asing di telinga banyak orang karena hanya tumbuh di tanah Aceh. Janeng adalah jenis umbi yang tumbuh liar di hutan. Dalam masa perang, Janeng tersedia sangat banyak dan sering digunakan sebagai makanan alternatif. Biasanya dihaluskan dan dimasak dengan cara di uap, kemudian disajikan dengan beberapa tetes air asin kelapa. Makanan sederhana ini ternyata dulu berjasa lho dalam menjaga stamina para pejuang.

7. Nasi Jagung

Tidak hanya pada masa kolonial sampai sekarang, banyak ahli gizi atau dokter menyarankan untuk menggantikan beras biasa dengan nasi jagung. Nasi jagung dirasa lebih sehat karena tidak mengandung banyak gula serta karbohidrat. Selain itu, nasi ini juga memiliki kandungan serat yang baik. Nasi Jagung dulu juga sering dikonsumsi oleh para pejuang dan bahkan dijadikan bekal ketika mereka harus berperang.

Itulah beberapa makanan yang dijadikan bekal para pejuang ketika berperang di jaman dahulu. Semoga informasi ini bermanfaat.

Berita Terkait
Baca Juga:
7 Cara Hemat Uang di Masa Pandemi Covid-19

7 Cara Hemat Uang di Masa Pandemi Covid-19

Tips      

7 Jun 2020 | 891 FDT


Masa pandemi Covid 19 masih belum berakhir, namun perekonomian masyarakat Indonesia sudah mulai melemah. Sudah saatnya Anda belajar cara hemat uang untuk bisa tetap memenuhi kebutuhan ...

Tips Keluar Rumah di Masa Phisical Distancing

Tips Keluar Rumah di Masa Phisical Distancing

Tips      

14 Mei 2020 | 890 Writer


Phisical distancing membuat kita memiliki kebiasaan-kebiasaan baru dalam beraktifitas. Kini kita perlu mengatur waktu maupun tujuan jika kita terpaksa keluar rumah. Keluar rumah tidaklah ...

Selain Bangunan Lebih Tahan Lama, Inilah Keunggulan Menggunakan Pelapis Anti Bocor PRO-X  207

Selain Bangunan Lebih Tahan Lama, Inilah Keunggulan Menggunakan Pelapis Anti Bocor PRO-X 207

Tips      

20 Sep 2023 | 679 FDT


Dalam sebuah konstruksi  bangunan penggunaan pelapis anti bocor sangatlah penting terutama  pada dak beton. Penggunaan pelapis beton anti bocor ini mencegah dari keretakan dan ...

Ayo, Semangat Menjalani Masa Sekarangmu (Dulu), Sebelum Menjalani Masa Depanmu!

Ayo, Semangat Menjalani Masa Sekarangmu (Dulu), Sebelum Menjalani Masa Depanmu!

Tips      

22 Mei 2020 | 893 Writer


“Kalau nanti jalanan macet gimana?” “Kalau besok ternyata ngga sukses presentasinya gimana?” “Kalau ternyata dia ngga suka kue buatan aku ...

Ayo, Berwisata Kuliner Membuat Tahu Tek Surabaya!

Ayo, Berwisata Kuliner Membuat Tahu Tek Surabaya!

Kuliner      

14 Mei 2020 | 1007 Writer


PSBB pembatasan sosial berskala besar atau phisical distancing membuat kita merasa rindu akan masa ketika kita bebas bepergian, merasa rindu masa ketika bisa berwisata ke tempat yang kita ...

pesantren Al Masoem

Manfaat Lari Maraton untuk Kesehatan Fisik dan Mental

Fashion      

27 Nov 2023 | 119 FDT


Anda ingin menurunkan berat badan, meningkatkan kesehatan jantung, atau meningkatkan mood? Lari maraton adalah olahraga yang dapat membantu Anda mencapai semua tujuan tersebut. Olahraga ini ...