
Di masa pandemi ini konsentrasi sebagian besar orang adalah melakukan berbagai upaya untuk bisa memutus rantai penyebaran virus korona. Bagaimana setiap orang berupaya untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan, setiap orang juga kini berusaha untuk menjaga kesehatannya dengan lebih memperhatikan asupan gizi makanan yang dikonsumsi, juga bagaimana setiap orang berupaya menjalankan aktifitas-aktifitasnya sesuai dengan anjuran kesehatan. Intinya saat ini orang-orang sedang berusaha berjuang di masa pandemi ini.
Adakalanya ketika seseorang terlalu berfokus pada satu hal secara terus-menerus ini membuat seseorang tersebut menjadi stres atau bahkan bisa menimbulkan depresi. Hal ini bisa saja terjadi jika dalam melakukan berbagai aktifitas tidak dilakukan jeda untuk menertralisir berbagai emosi yang muncul. Nah, di masa pandemi ini tampaknya kita perlu juga lho melakukan ‘me time’ atau waktu untuk diri sendiri. Ya di ‘me time’ ini kita bisa berjeda sesaat (memikirkan) aktifitas-aktifitas rutin kita.
Me time bisa berbeda-beda bentuknya bagi setiap orang. Kita lihat yuk bentuk ‘me time’ orang-orang apa saja sih?
Menonton drama
Ini adalah bentuk me time yang biasanya dilakukan oleh kaum hawa. Dengan menonton drama biasanya emosi-emosi negatif bisa terlepaskan, entah bagaimana prosesnya. Menonton drama juga bisa memberi insight bahwa semua orang memang mengalami dinamika dalam hidupnya masing-masing. Mungkin ini juga yang bisa membuat emosi bisa lebih tersalurkan.
Berolahraga
Memang saat ini masih belem memungkinkan jika kita berolahraga di tempat olahraga atau di alam seperti dulu. Tapi berolahraga di rumah juga bisa dilakukan kok. Dengan berolahraga hormon kebahagiaan akan terproduksi. Ini juga yang mungkin menjadikan olahraga menjadi pilihan orang-orang untuk me time.
Makan
Ini adalah me time yang banyak menjadi kesukaan baik itu kaum hawa maupun kaun pria. Makan seolah memberikan kebahagiaan tersendiri, apalagi jika makan makanan kesukaan. Dengan menikmatinya hati menjadi bahagia dan ini yang bisa membuat seseorang kemudian bersemangat lagi melakukan aktiftasnya seperti semula.
Berkebun
Ada juga lho yang memilih berkebun sebagai me time-nya. Dengan berkebun seolah energi kita memang keluar untuk hal yang bermanfaat. Selain itu berkebun juga seolah membawa energi positif juga karena kita ‘menanam’ sesuatu yang bermanfaat.
Tidur
Walaupun tidur adalah sesuatu yang rutin, tidur juga bisa menjadi me time seseorang. dengan tidur memang fisik dan pikiran kita bisa beristirahat dan bisa fit kembali setelah bangun.
Bagaimana denganmu, apa yang menjadi pilihan’ me time’ mu?
Kelebihan Utama Platform eLearning Sekolah Daring dalam Mendukung Pembelajaran Digital
26 Okt 2025 | 290
FDT
Di era digital saat ini, pembelajaran daring bukan sekadar pilihan tambahan melainkan telah menjadi bagian integral dari sistem pendidikan. Platform e-Learning SekolahDaring yang dapat ...
Tadarus Al-Qur’an di Boarding School: Tradisi Ramadan yang Menjadi Inspirasi
7 Maret 2025 | 493
FDT
Ramadan adalah bulan suci yang penuh berkah, dan bagi siswa yang menempuh pendidikan di lingkungan asrama seperti Boarding School di Bandung, Sekolah Islam di Bandung, dan Pesantren Modern ...
Jasa Buzzer Medsos: Strategi Tepat Tingkatkan Eksposur dan Engagement
8 Jan 2026 | 109
FDT
Di era digital saat ini, media sosial bukan hanya menjadi tempat berbagi konten, tetapi juga menjadi alat utama bagi individu, bisnis, dan organisasi untuk membangun citra, mempromosikan ...
Bingung Memilih Hewan untuk Kau Pelihara di Rumah?
17 Mei 2020 | 2095 Writer
Menghabiskan waktu bersama dengan hewan peliharaan, ternyata bisa menjadi hiburan dan relaksasi bagi kita yang disibukkan dengan aktifitas keseharian. Berinteraksi bersama dengan hewan ...
Pelatihan Soft Skill Mahasiswa: Model Pembelajaran Terkini di Kampus
4 Sep 2023 | 1340
FDT
Industri 4.0 telah mengubah lanskap dunia kerja dengan cepat. Di tengah perubahan ini, soft skill menjadi semakin penting bagi mahasiswa yang ingin berhasil di dunia kerja yang semakin ...
Nama Peneliti RI Hilang, Anies Baswedan dan Netizen Protes Oxford
1 Des 2025 | 185
FDT
Kontroversi: Nama Peneliti RI Tak Masuk dalam Unggahan OxfordPada 23 November 2025, unggahan resmi Oxford University di media sosial memancing gelombang kritik dari masyarakat Indonesia. ...