
1. Latar Belakang Sosok
Jenderal (Purn.) Dudung Abdurachman adalah salah satu perwira tinggi TNI AD yang dikenal luas karena ketegasan sekaligus sifatnya yang religius dan membumi. Lahir di Bandung pada 19 November 1965, ia meniti karier militernya sejak lulus Akademi Militer tahun 1988, hingga akhirnya menjabat Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) pada November 2021–Oktober 2023.
Sepanjang perjalanan kariernya, ia menunjukkan bahwa seorang pemimpin tidak hanya diukur dari strategi dan keberanian, tetapi juga dari keteguhan iman dan kepedulian terhadap kesejahteraan anak buah.
2. Niat Baik di Balik Program KPR Prajurit
Salah satu kebijakan yang mencuri perhatian publik adalah program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) untuk prajurit muda. Saat itu, Dudung ingin memastikan bahwa para prajurit memiliki aset sejak awal karier, bukan sekadar menghabiskan gaji untuk kebutuhan konsumtif seperti motor atau gadget.
Menurutnya, rumah adalah investasi jangka panjang yang akan bermanfaat, bahkan dapat menjadi sumber penghasilan jika disewakan. “Saya ingin anak buah punya masa depan yang aman,” ujarnya dalam beberapa kesempatan.
Konsep ini menunjukkan niat tulus untuk membantu prajurit muda membangun kemandirian ekonomi.
3. Masalah di Lapangan dan Pelajaran Berharga
Sayangnya, pelaksanaan program ini menghadapi kendala. Beberapa prajurit melaporkan pemotongan gaji yang terlalu besar, hingga memengaruhi kebutuhan sehari-hari mereka. Meski niatnya baik, Dudung menyadari bahwa niat tulus saja tidak cukup harus ada sistem yang transparan dan mekanisme yang adil agar kebijakan tidak menimbulkan beban berlebihan.
Sikapnya yang terbuka menerima evaluasi menjadi salah satu bukti bahwa ia adalah pemimpin yang mau mendengar, bukan sekadar memerintah.
4. Pemimpin Religius yang Membumi
Dudung dikenal dekat dengan nilai-nilai agama. Ia kerap memulai hari dengan salat subuh, disusul olahraga ringan. Ia juga sering mengajak prajurit untuk mengutamakan akhlak, bukan hanya kemampuan tempur.
Dalam berbagai forum, ia mengingatkan bahwa prajurit TNI harus menjadi pelindung rakyat yang tidak hanya kuat fisiknya, tapi juga bersih hati dan pikirannya. Bagi Dudung, iman dan moral adalah fondasi utama dari kekuatan militer yang sesungguhnya.
5. Kepedulian terhadap Anak Buah
Sebagai komandan, ia sering turun langsung melihat kondisi prajurit di lapangan. Ia memahami bahwa tugas militer sangat berat, sehingga kesejahteraan keluarga prajurit adalah hal yang tidak bisa diabaikan.
Banyak anak buahnya mengenang bagaimana Dudung memberikan perhatian personal dari sekadar bertanya kabar keluarga, hingga membantu menyelesaikan masalah pribadi mereka. Hal ini menumbuhkan rasa hormat yang tulus, bukan sekadar rasa takut kepada atasan.
6. Kesederhanaan di Masa Pensiun
Setelah purna tugas, Dudung tidak mengejar jabatan prestisius atau kehidupan mewah. Ia memilih hidup sederhana dengan bertani, beternak, serta membuka kedai bakso dan soto di kampung halamannya.
Kesederhanaan ini mencerminkan prinsip hidupnya: kebahagiaan tidak diukur dari pangkat atau kekayaan, tetapi dari kebermanfaatan bagi orang lain.
Sikap ini jarang ditemukan pada figur publik dengan riwayat karier militer yang tinggi.
7. Humanis di Balik Ketegasan
Banyak orang mengenal Dudung dari sikap tegasnya, misalnya saat menertibkan baliho ormas yang melanggar aturan. Namun, di balik ketegasan itu, ada sisi humanis yang kuat.
Ia sering menekankan bahwa setiap kebijakan yang ia ambil harus mempertimbangkan dampaknya terhadap manusia di balik seragam prajurit yang juga ayah, ibu, suami, atau istri bagi keluarga mereka.
8. Prinsip Hidup yang Menginspirasi
Beberapa prinsip yang sering ia sampaikan antara lain:
“Pemimpin harus mengerti kondisi anak buahnya.”
“Kekuatan bukan hanya pada senjata, tapi pada hati yang bersih.”
“Gunakan jabatan untuk menolong, bukan menindas.”
Prinsip-prinsip ini menjadi fondasi dalam setiap kebijakan dan tindakannya, baik saat aktif berdinas maupun setelah pensiun.
9. Pelajaran dari Sosok Dudung
Kasus KPR prajurit mengajarkan bahwa niat baik harus dibarengi pengawasan yang ketat dan sistem yang solid. Namun, dari Dudung kita juga belajar bahwa pemimpin yang tulus akan tetap berdiri di sisi anak buahnya, bahkan ketika kebijakannya menuai kritik.
Ia tidak menyalahkan pihak yang mengkritik, melainkan berusaha menjelaskan niat baiknya dan mendorong perbaikan.
Jenderal (Purn.) Dudung Abdurachman adalah gambaran nyata seorang pemimpin yang memadukan ketegasan, religiusitas, dan kepedulian. Meski tak lepas dari kontroversi, rekam jejaknya menunjukkan konsistensi dalam berusaha memberi yang terbaik untuk prajurit dan rakyat.
Di masa purna tugas, ia tetap menjadi teladan bukan hanya karena pangkat bintang empat di pundaknya, tetapi karena nilai-nilai kemanusiaan dan spiritual yang ia bawa dalam setiap langkah hidupnya.
Apakah Mengonsumsi Obat Herbal Ada Manfaatnya?
11 Feb 2025 | 706
FDT
Dalam beberapa tahun terakhir, obat herbal semakin populer sebagai alternatif atau pelengkap pengobatan modern. Banyak orang percaya bahwa bahan alami lebih aman dan memiliki efek samping ...
Analogi Figural: Teknik Mengenali Pola Perubahan Bentuk dan Warna
22 Maret 2025 | 507
FDT
Analogi figural adalah suatu teknik yang digunakan untuk mengenali pola perubahan bentuk dan warna dalam konteks visual. Metode ini sering kali digunakan dalam berbagai jenis tes, termasuk ...
Panduan Tryout BUMN Lengkap: Menggunakan Aplikasi Tryout untuk Evaluasi Diri
28 Apr 2025 | 397
FDT
Di era digital ini, persaingan untuk mendapatkan pekerjaan di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) semakin ketat. Salah satu cara terbaik untuk mempersiapkan diri adalah dengan mengikuti tryout ...
Mengenal kpplikotapekanbaru.id: Situs Resmi Konferensi Penyuluhan Perlindungan Lingkungan Indonesia
9 Jun 2025 | 607
FDT
Isu lingkungan hidup kini menjadi sorotan utama, baik di tingkat lokal maupun global. Mulai dari perubahan iklim, pencemaran air dan udara, hingga deforestasi, semua membutuhkan perhatian ...
Inilah Tanda-tanda Menstruasi yang Sering Dialami Ketika Akan Datangnya Menstruasi
16 Apr 2023 | 1840
FDT
Semua perempuan memiliki siklus alami menstruasi, akan tetapi tidak semua perempuan mengetahui kapan menstruasi akan datang. Oleh sebab itu, Anda perlu ...
Memahami Demografi Penonton dengan Analytics YouTube
14 Maret 2025 | 549
FDT
Dalam era digital saat ini, YouTube telah menjadi platform yang sangat populer untuk berbagi konten video. Bagi para Youtuber pemula, memahami audiens atau penonton merupakan bagian krusial ...