
Hidup harus terus berjalan meski pandemi covid-19 terus terbayang. Pandemi covid-19 memang benar-benar menguji ke tabahan manusia dalam menjalani kehidupan. Hal-hal yang dulunya dapat dinikmati dengan mudah kini terasa lebih sulit. Misalnya saja makan makanan favorit atau makan diluar rumah. Jangankan untuk makan makanan favorit atau makan diluar rumah, untuk dapat makan setiap haripun banyak keluarga yang mengalami kesusahan. Kebanyakan keluarga yang mengalami kesulitan untuk dapat makan setiap harinya adalah keluarga yang mengandalkan penghasilan dari kerja serabutan atau yang terkena PHK. Roda ekonomi seolah tersendat, lantas bagaimana caranya agar bisa tetap makan makanan yang bergizi setiap hari ditengah pandemi covid-19 ini?
Berikut beberapa tips menjaga asupan gizi untuk keluarga ditengah pandemi covid-19:
Penuhi karbohidrat meski tidak dengan beras
Salah satu unsur asupan gizi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh adalah karbohidrat. Umunya masyarakat indonesia memenuhi kebutuhan karbohidratnya dengan mengkonsumsi nasi yang berasal dari beras. Ditengah masa pandemi seperti ini beras mungkin sulit untuk didapatkan jika tidak sulit harga yang ditawarkan akan lebih tinggi dari biasanya. Hal ini tentu tidak baik untuk kondisi keuangan keluarga. Oleh sebab itu anda mungkin perlu mengganti beras dengan bahan pokok lainnya yang dapat mencukupi unsur karbohidrat tubuh anda. Misalnya saja beras diganti dengan jagung, ubi, pisang, mie, kwitiew, bihun dan lain sebagainya.
Unsur protein juga penting
Jika karbohidrat sudah terpenuhi kini saatnya anda beranjak pada asupan gizi selanjutnya yaitu protein. Anda mungkin terbiasa memenuhi kebutuhan protein dengan mengkonsumsi daging, ikan atau telur, jika iya anda perlu mencari alternatif lain agar keungan anda lebih aman. Unsur protein sebenarnya tiak hanya diperoleh dari hewan saja. Anda dapat memenuhi kebutuhan tubuh anda akan unsur protein dengan mengkonsumsi kacang-kacangan. Benar sekali kacang-kacangan juga mengandung unsur protein yang disebut dengan protein nabati. Salah satu produk protein nabati yang mudah anda dapatkan adalah tahu dan tempe. Selain mudah didapat harganya juga sangat ramah di kantong.
Sayur-sayuran
Asupan gizi yang seimbang tentu tidak lengkap jika tidak ada sayuran di dalamnya. Mungkin anda akan sulit mendapatkan sayuran pada masa pandemi seperti ini karena lokcdown mandiri yang dilakukan oleh lingkungan Rt dan Rw di sekitar rumah anda membuat tukang sayur tidak dapat berjualan. Untuk mensiasati hal seperti ini anda dapat menanam sendiri beberapa jenis sayur yang mudah sekali tumbuh seperti bayam, selada, kangkung dan sawi hijau. Jenis sayuran ini rata-rata dapat tumbuh dengan mudah meski dilahan terbatas. Selain itu bayam, selada, kangkung dan sawi hijau dapat anda budidayakan secara hidroponik jadi bagi anda yang tinggal di apartemen tidak perlu khawatir tidak dapat menanam sayur. Jika anda dapat membeli sayur, pilihlah jenis sayur yang dapat disimpan dalam jangka waktu yang cukup lama, seperti kubis, wortel, terong, labu siam dan lain sebagainya.
Mari kita hadapi wabah virus corona ini bersama karena bersatu kita teguh bercerai kita runtuh. Virus corona dapat kita cegah bersama dengan mentaati himbauan dan protokol dari pemerintah, tetap stay in the home bagi yang bisa melaksanakannya atau selalu gunakan masker serta menjaga jarak bagi anda yang harus tetap beraktivitas diluar rumah. Virus corona tidak akan menyerang orang-orang yang memiliki imunitas yang baik, oleh sebab itu mari kita jaga dan tingkatkan imunitas tubuh dengan menjaga asupan gizi yang seimbang, tak perlu mahal apalagi mewah. Pemenuhan gizi yang seimbang dapat kita lakukan dengan hal-hal yang sederhana. Jangan lupa untuk senantiasa mencuci tangan dan berolahraga ringan di dalam rumah.
Bisnis Online Kreatif Menjual Produk Handmade di Marketplace
11 Jun 2026 | 164
FDT
Produk handmade memiliki daya tarik tersendiri karena mencerminkan kreativitas dan keunikan pembuatnya. Dalam era digital, produk handmade tidak hanya dijual secara offline, tetapi juga ...
Ini Trik Biar Konsumen Bukan Sekadar Nonton Aja Tapi Beli. Kamu Paham Fase ZMOT, FMOT, SMOT?
30 Des 2025 | 434 Writer
Perjalanan pembelian konsumen modern bukan sekadar melihat produk lalu memutuskan membeli; ada fase-fase halus yang sering luput dari strategi pemasaran biasa, yakni fase pembelian konsumen ...
Optimasi SEO Lokal: Strategi Jitu Menarik Pelanggan dari Sekitar Anda
9 Mei 2025 | 547
FDT
Di era digital saat ini, setiap bisnis berusaha untuk mendapatkan perhatian dari pelanggan yang berada di sekitarnya. Salah satu cara paling efektif untuk melakukannya adalah melalui ...
Presisi Pemasaran: Cara Menentukan Target Audiens yang Tepat di Instagram dan Facebook
20 Des 2025 | 308
FDT
Menampilkan iklan yang luar biasa kepada orang yang salah adalah pemborosan sumber daya. Keunggulan utama platform Meta (Instagram dan Facebook) terletak pada kedalaman datanya. Cara ...
Produk Makanan Ringan yang Punya Cerita: Dari Dapur Rumah ke Rak Minimarket
25 Apr 2025 | 585
FDT
Di era modern ini, kebutuhan akan produk makanan ringan semakin meningkat. Dari snack yang sehat hingga camilan manis, produk makanan ringan kini menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya ...
Mantan Caleg Gerindra Terseret Kasus Maut ART, Publik Murka
12 Mei 2026 | 221
FDT
Jakarta – Kasus tragis dua asisten rumah tangga (ART) atau PRT yang nekat melompat dari lantai 4 sebuah indekos di Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, kembali menghebohkan ...