RajaKomen
pesantren Al Masoem

Cara Sekolah Menyikapi Siswa yang Kurang Secara Akademis

22 Des 2023
1279x
Ditulis oleh : FDT

Setiap siswa memiliki kemampuan belajar yang berbeda-beda. Ada siswa yang memiliki kemampuan belajar yang tinggi, ada pula siswa yang memiliki kemampuan belajar yang rendah. Siswa yang memiliki kemampuan belajar rendah biasanya disebut sebagai siswa yang kurang secara akademis.

Cara Sekolah Menyikapi Siswa yang Kurang Secara Akademis

Sekolah memiliki peran penting dalam membantu siswa yang kurang secara akademis. Sekolah harus dapat memberikan dukungan dan bimbingan yang tepat bagi siswa-siswa tersebut agar dapat meningkatkan kemampuan belajar mereka.

Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan oleh sekolah untuk menyikapi siswa yang kurang secara akademis:

Identifikasi penyebab kesulitan belajar

Langkah pertama yang harus dilakukan oleh sekolah adalah mengidentifikasi penyebab kesulitan belajar siswa. Penyebab kesulitan belajar siswa dapat bermacam-macam, seperti:

  • Faktor internal, seperti gangguan belajar, kecerdasan, motivasi, dan minat belajar.
  • Faktor eksternal, seperti kondisi keluarga, lingkungan belajar, dan kebijakan sekolah.

Dengan mengetahui penyebab kesulitan belajar, sekolah dapat menentukan langkah-langkah yang tepat untuk mengatasinya.

Berikan bimbingan dan pendampingan

Setelah mengetahui penyebab kesulitan belajar, sekolah dapat memberikan bimbingan dan pendampingan kepada siswa. Bimbingan dan pendampingan dapat dilakukan oleh guru, konselor, atau tenaga profesional lainnya.

Bimbingan dan pendampingan yang diberikan kepada siswa dapat berupa:

  1. Penjelasan materi pelajaran yang belum dikuasai siswa.
  2. Latihan soal-soal untuk melatih pemahaman siswa terhadap materi pelajaran.
  3. Motivasi dan dukungan moral untuk meningkatkan semangat belajar siswa.

Kolaborasi dengan orang tua

Kolaborasi dengan orang tua juga penting untuk dilakukan. Orang tua dapat memberikan dukungan dan motivasi bagi siswa di rumah.

Orang tua dapat membantu siswa dengan cara:

  • Menciptakan lingkungan belajar yang kondusif di rumah.
  • Membantu siswa mengerjakan tugas-tugas sekolah.
  • Melakukan pemantauan terhadap perkembangan belajar siswa.

Berikan layanan khusus

Jika siswa mengalami kesulitan belajar yang cukup berat, sekolah dapat memberikan layanan khusus kepada siswa tersebut. Layanan khusus dapat berupa:

  1. Pembelajaran remedial, yaitu pembelajaran tambahan yang diberikan kepada siswa untuk memperbaiki hasil belajarnya.
  2. Bimbingan belajar kelompok, yaitu pembelajaran yang dilakukan secara berkelompok untuk siswa yang memiliki kesulitan belajar yang sama.
  3. Bimbingan belajar individual, yaitu pembelajaran yang dilakukan secara individual untuk siswa yang memiliki kesulitan belajar yang sangat berat.

Dengan menerapkan cara-cara tersebut, sekolah dapat membantu siswa yang kurang secara akademis agar dapat meningkatkan kemampuan belajar mereka.

Jika sudah menggunakan cara cara tersebut dan siswa masih kurang secara akademis, ada baiknya bagi sekolah untuk bisa memberikan penjelasan kepada para orang tua untuk bisa memahami putra putrinya. Intinya standar sekolah disamaratakan antara satu sekolah dengan sekolah lain yang kita sebut sebagai kurikulum. Sistem seperti ini yang jadi salah pemahaman di orang tua dan di masyarakat sehingga ketika anak kurang secara akademis dan mereka disebut sebagai anak yang kurang pintar atau bahasa kasarnya anak yang bodoh. Padahal hal seperti itu tidak benar, anak memiliki minat dan bakatnya masing masing. Jadi istilah anak bodoh itu tidak ada, yang ada adalah bakatnya bukan dibidang akademis. Lagipula semenjak kapan pintar tidaknya anak dilihat dari matematikanya yang tinggi atau tidak?

Tidak ada standar pasti soal itu karena anak memiliki minat dan bakatnya masing masing, anak yang memiliki nilai akademik secara dasar memang memiliki potensi yang baik secara akademis tapi jika anak kurang di akademis dan aktif di ekstrakurikuler dan olahraga bahkan berprestasi di bidang itu bukan berarti dia anak yang bodoh. Yang jadi pembeda hanya potensi siswanya saja.

Intinya semua sekolah boleh menyajikan satu kurikulum yang sama tapi pengertian pintar dan bodoh harus dihilangkan, karena bagaimanapun anak diciptakan dengan berbagai minat dan bakat. Mereka yang pandai di akademik belum tentu pintar di olahraga dan ekstrakurikuler, begitu juga sebaliknya. Anak itu pandai dalam hal yang menjadi minat dan bakat mereka masing masing. Jika anak anda pintar secara ekstrakurikuler maka bersyukurlah dan tingkatkan di potensi itu jangan memaksakan untuk bisa pintar di akademik yang memang bukan bidangnya begitu juga anak yang pintar secara akademik jangan paksakan untuk bisa pintar di ekstrakurikuler karena memang potensi mereka di akademis. Tidak semua orang harus jadi kapten kapal bukan? Tapi harus tetap ada awak kapalnya. Yang penting adalah cara orang tua menerima dan menyampaikan kepada anak bahwa ranking dan nilai akademis bukan segalanya. Anak bisa berprestasi di bidang non akademis juga adalah pencapaian yang luar biasa besar. Jangan kecilkan anak dengan standar yang tidak ada benarnya.

Baca Juga:
Social Listening

Social Listening: Solusi Tepat untuk Mengelola Krisis di Media Sosial

Tips      

3 Maret 2025 | 992 FDT


Dalam era digital saat ini, kehadiran media sosial sangat mempengaruhi reputasi brand. Setiap interaksi, komentar, dan ulasan bisa berdampak signifikan pada citra perusahaan. Untuk itu, ...

Cara Ampuh Mempromosikan Website Usaha Event Organizer untuk Meningkatkan Customer Base

Cara Ampuh Mempromosikan Website Usaha Event Organizer untuk Meningkatkan Customer Base

Tips      

27 Jun 2024 | 918 FDT


Dalam era digital seperti sekarang, memiliki website yang menarik dan terkenal sangat penting bagi usaha event organizer untuk meningkatkan customer base. Melalui promosi yang efektif, ...

pesantren modern di bandung

Ketika Kinerja Guru Diukur dengan Poin: Terobosan atau Ancaman?

Pendidikan      

3 Jul 2025 | 360 FDT


Dalam beberapa tahun terakhir, metode pengukuran kinerja guru di Indonesia telah menjadi topik yang hangat diperbincangkan. Banyak pihak berargumen bahwa pengukuran kinerja yang sistematis ...

pesantren modern di bandung

Manfaat Tadarus Al-Qur’an bagi Santri Boarding School Selama Bulan Ramadan

Pendidikan      

7 Maret 2025 | 510 FDT


Bulan Ramadan adalah waktu yang istimewa bagi umat Muslim, termasuk santri yang menempuh pendidikan di Boarding School di Bandung, Sekolah Islam di Bandung, dan Pesantren Modern di Bandung. ...

Google

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Kedinasan TNI

Pendidikan      

5 Maret 2025 | 791 FDT


Pendidikan karakter merupakan aspek fundamental dalam membentuk prajurit yang profesional dan berintegritas di kedinasan TNI. Selain keahlian militer, setiap calon anggota TNI harus ...

Nama Peneliti RI Hilang, Anies Baswedan dan Netizen Protes Oxford

Nama Peneliti RI Hilang, Anies Baswedan dan Netizen Protes Oxford

Pendidikan      

1 Des 2025 | 185 FDT


Kontroversi: Nama Peneliti RI Tak Masuk dalam Unggahan OxfordPada 23 November 2025, unggahan resmi Oxford University di media sosial memancing gelombang kritik dari masyarakat Indonesia. ...