RajaKomen
pesantren Al Masoem

Cara Sekolah Menyikapi Siswa yang Kurang Secara Akademis

22 Des 2023
1287x
Ditulis oleh : FDT

Setiap siswa memiliki kemampuan belajar yang berbeda-beda. Ada siswa yang memiliki kemampuan belajar yang tinggi, ada pula siswa yang memiliki kemampuan belajar yang rendah. Siswa yang memiliki kemampuan belajar rendah biasanya disebut sebagai siswa yang kurang secara akademis.

Cara Sekolah Menyikapi Siswa yang Kurang Secara Akademis

Sekolah memiliki peran penting dalam membantu siswa yang kurang secara akademis. Sekolah harus dapat memberikan dukungan dan bimbingan yang tepat bagi siswa-siswa tersebut agar dapat meningkatkan kemampuan belajar mereka.

Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan oleh sekolah untuk menyikapi siswa yang kurang secara akademis:

Identifikasi penyebab kesulitan belajar

Langkah pertama yang harus dilakukan oleh sekolah adalah mengidentifikasi penyebab kesulitan belajar siswa. Penyebab kesulitan belajar siswa dapat bermacam-macam, seperti:

  • Faktor internal, seperti gangguan belajar, kecerdasan, motivasi, dan minat belajar.
  • Faktor eksternal, seperti kondisi keluarga, lingkungan belajar, dan kebijakan sekolah.

Dengan mengetahui penyebab kesulitan belajar, sekolah dapat menentukan langkah-langkah yang tepat untuk mengatasinya.

Berikan bimbingan dan pendampingan

Setelah mengetahui penyebab kesulitan belajar, sekolah dapat memberikan bimbingan dan pendampingan kepada siswa. Bimbingan dan pendampingan dapat dilakukan oleh guru, konselor, atau tenaga profesional lainnya.

Bimbingan dan pendampingan yang diberikan kepada siswa dapat berupa:

  1. Penjelasan materi pelajaran yang belum dikuasai siswa.
  2. Latihan soal-soal untuk melatih pemahaman siswa terhadap materi pelajaran.
  3. Motivasi dan dukungan moral untuk meningkatkan semangat belajar siswa.

Kolaborasi dengan orang tua

Kolaborasi dengan orang tua juga penting untuk dilakukan. Orang tua dapat memberikan dukungan dan motivasi bagi siswa di rumah.

Orang tua dapat membantu siswa dengan cara:

  • Menciptakan lingkungan belajar yang kondusif di rumah.
  • Membantu siswa mengerjakan tugas-tugas sekolah.
  • Melakukan pemantauan terhadap perkembangan belajar siswa.

Berikan layanan khusus

Jika siswa mengalami kesulitan belajar yang cukup berat, sekolah dapat memberikan layanan khusus kepada siswa tersebut. Layanan khusus dapat berupa:

  1. Pembelajaran remedial, yaitu pembelajaran tambahan yang diberikan kepada siswa untuk memperbaiki hasil belajarnya.
  2. Bimbingan belajar kelompok, yaitu pembelajaran yang dilakukan secara berkelompok untuk siswa yang memiliki kesulitan belajar yang sama.
  3. Bimbingan belajar individual, yaitu pembelajaran yang dilakukan secara individual untuk siswa yang memiliki kesulitan belajar yang sangat berat.

Dengan menerapkan cara-cara tersebut, sekolah dapat membantu siswa yang kurang secara akademis agar dapat meningkatkan kemampuan belajar mereka.

Jika sudah menggunakan cara cara tersebut dan siswa masih kurang secara akademis, ada baiknya bagi sekolah untuk bisa memberikan penjelasan kepada para orang tua untuk bisa memahami putra putrinya. Intinya standar sekolah disamaratakan antara satu sekolah dengan sekolah lain yang kita sebut sebagai kurikulum. Sistem seperti ini yang jadi salah pemahaman di orang tua dan di masyarakat sehingga ketika anak kurang secara akademis dan mereka disebut sebagai anak yang kurang pintar atau bahasa kasarnya anak yang bodoh. Padahal hal seperti itu tidak benar, anak memiliki minat dan bakatnya masing masing. Jadi istilah anak bodoh itu tidak ada, yang ada adalah bakatnya bukan dibidang akademis. Lagipula semenjak kapan pintar tidaknya anak dilihat dari matematikanya yang tinggi atau tidak?

Tidak ada standar pasti soal itu karena anak memiliki minat dan bakatnya masing masing, anak yang memiliki nilai akademik secara dasar memang memiliki potensi yang baik secara akademis tapi jika anak kurang di akademis dan aktif di ekstrakurikuler dan olahraga bahkan berprestasi di bidang itu bukan berarti dia anak yang bodoh. Yang jadi pembeda hanya potensi siswanya saja.

Intinya semua sekolah boleh menyajikan satu kurikulum yang sama tapi pengertian pintar dan bodoh harus dihilangkan, karena bagaimanapun anak diciptakan dengan berbagai minat dan bakat. Mereka yang pandai di akademik belum tentu pintar di olahraga dan ekstrakurikuler, begitu juga sebaliknya. Anak itu pandai dalam hal yang menjadi minat dan bakat mereka masing masing. Jika anak anda pintar secara ekstrakurikuler maka bersyukurlah dan tingkatkan di potensi itu jangan memaksakan untuk bisa pintar di akademik yang memang bukan bidangnya begitu juga anak yang pintar secara akademik jangan paksakan untuk bisa pintar di ekstrakurikuler karena memang potensi mereka di akademis. Tidak semua orang harus jadi kapten kapal bukan? Tapi harus tetap ada awak kapalnya. Yang penting adalah cara orang tua menerima dan menyampaikan kepada anak bahwa ranking dan nilai akademis bukan segalanya. Anak bisa berprestasi di bidang non akademis juga adalah pencapaian yang luar biasa besar. Jangan kecilkan anak dengan standar yang tidak ada benarnya.

Baca Juga:
Strategi Internet Marketing: Panduan Praktis untuk Mengoptimalkan Iklan Digital

Strategi Internet Marketing: Panduan Praktis untuk Mengoptimalkan Iklan Digital

Nasional      

15 Des 2025 | 126 FDT


Di era digital, internet telah menjadi jalur utama bagi konsumen untuk mencari informasi, membandingkan produk, dan mengambil keputusan pembelian. Bagi bisnis, hal ini menjadikan iklan ...

Tryout Psikotes POLRI Online: Manfaat Tryout Digital untuk Persiapan Seleksi

Tryout Psikotes POLRI Online: Manfaat Tryout Digital untuk Persiapan Seleksi

Pendidikan      

10 Mei 2025 | 458 FDT


Di era digital yang semakin maju, persiapan untuk menghadapi berbagai seleksi telah beralih ke format online. Salah satu yang cukup penting adalah tryout psikotes POLRI online. Ujian ...

Sambil Mengisolasi, Berikut Rekomendasi Buku Bacaan dari Bill Gates

Sambil Mengisolasi, Berikut Rekomendasi Buku Bacaan dari Bill Gates

Tips      

23 Mei 2020 | 2343 Writer


Apa yang kamu lakukan di rumah selama pandemi ini? Pandemi yang sudah berlangsung selama 2 bulan lebih di Indonesia pasti membuat sebagian besar orang menjadi bingung mau ingin melakukan ...

Meningkatkan Kualitas Belajar Melalui Tryout Online TPA Logika

Meningkatkan Kualitas Belajar Melalui Tryout Online TPA Logika

Pendidikan      

10 Jun 2025 | 376 FDT


Dalam persiapan ujian atau seleksi, latihan yang intensif menjadi salah satu kunci untuk meraih hasil yang optimal. Salah satu bentuk latihan yang direkomendasikan adalah mengikuti tryout ...

 Meningkatkan Engagement Konten Edukasi dengan Rajakomen

Meningkatkan Engagement Konten Edukasi dengan Rajakomen

Tips      

28 Apr 2025 | 548 FDT


Dalam era digital saat ini, banyak pelaku bisnis maupun individu yang mengandalkan konten edukasi untuk menjangkau audiens mereka. Konten edukasi yang berkualitas tidak hanya memberikan ...

Meningkatkan Persiapan Ujian dengan Tryout Online Ekonomi SMA

Meningkatkan Persiapan Ujian dengan Tryout Online Ekonomi SMA

Pendidikan      

17 Jun 2025 | 424 FDT


Dalam dunia pendidikan saat ini, persiapan ujian menjadi salah satu hal yang sangat penting bagi siswa, terutama bagi mereka yang sedang menempuh pendidikan di tingkat Sekolah Menengah Atas ...